“Hey, tadi aku ke rumahmu. Jam 11. Tapi rumah sepi. Akhirnya aku pulang. Emm, maksudku bukan pulang. Tapi mlipir ke masjid. Mendekat kepada-Nya, memohon petunjuk-Nya”
“Akhirnya selepas dzuhur aku ke rumahmu lagi. Eh ternyata masih sepi. Akhirnya ku putuskan untuk pulang”
“Jika mau ngotot, bisa saja aku lewat pintu samping. Tapi yang ada malah aku dianggap tak sopan. Bahkan bisa saja dianggap gila. Tapi aku ke rumahmu membawa niat baik, maka aku harus datang dengan cara baik. Ya kan?”
“Mengetuk pintu depan, ucapkan salam, maksimal 3 kali dan boleh mengintip lewat jendela. Jika si punya rumah tak kunjung keluar, maka wajib hukumnya untuk pulang. Ya kan?”
“Jadi aku harap semoga engkau tak berburuk sangka. Bukan aku tak serius atau tak mau berusaha lebih ngotot. Tapi ketahuilah, aku ingin menjemputmu dengan cara sebaik-baiknya"
“Kau adalah bidadari yang ketika aku menjemputmu aku harus tertatih ke nirwana. Karena kau adalah bidadari maka ketika aku menjemputmu aku harus dengan sebaik-baik cara. Karena bagiku kau teristimewa”
0 komentar:
Posting Komentar